Rian melirik jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul tujuh pagi. Pria itu buru-buru menyambar tas kerja dan kunci mobilnya di atas meja makan. "Pa, Eva, aku berangkat duluan ya. Kantor cabang sudah menelepon dari tadi," pamit Rian tergesa-gesa."Ya, hati-hati," jawab David datar.Setelah langkah kaki Rian benar-benar menghilang di balik pintu utama, suasana di area dapur langsung berubah menjadi dingin dan kaku. Eva tidak ingin terjebak lebih lama lagi dalam situasi yang menyesakkan ini. Ia meletakkan piring saji, lalu membalikkan badannya."Aku pergi sendiri saja," ucap Eva ketus, menatap lurus pada David yang masih berdiri.Tanpa menunggu respons dari pria itu, Eva langsung melangkah pergi meninggalkan area dapur. Langkah kakinya sengaja dibuat cepat menuju lantai atas untuk kembali ke kamar tamunya. Sepanjang koridor, David memperhatikan Eva yang menjauh. Pria itu hanya diam, membiarkan Eva pergi begitu saja.Begitu pintu kamar tamu ditutup, Eva menyandarkan punggungnya sambi
Read more