"Ini kamar kamu selama menginap di sini," kata Rian sambil berbalik badan dan menatap Eva yang masih berdiri canggung.Eva melangkah masuk dengan ragu. Sepasang matanya bergerak menyapu seluruh penjuru ruangan."Kamar mandinya ada di sebelah sana," tunjuk Rian ke arah sebuah pintu di sudut ruangan. Pria itu melangkah mendekat hingga jarak di antara mereka tinggal beberapa jengkal saja. Lalu mengulurkan tangannya, mengusap puncak kepala Eva dengan lembut. Senyum hangat terukir di wajah Rian. "Kamu pasti capek banget hari ini. Istirahat yang cukup ya."Eva hanya bisa mengangguk kaku, mencoba membalas senyuman itu seadanya. "Iya, Rian. Makasih ya.""Sama-sama." Rian menurunkan tangannya, lalu menatap lekat kedua mata Eva. "Aku ke kamar aku dulu ya. Kalau butuh apa-apa, telepon saja. Mimpi indah, ya." Rian berbalik dan melangkah keluar kamar."Mimpi indah juga, Rian," jawab Eva lirih.Eva menatap daun pintu kayu yang baru saja tertutup rapat di depannya. Ia melangkah mendekati meja ria
Last Updated : 2026-06-15 Read more