"Bagaimana, Va?" tanya Rian begitu lampu utama auditorium menyala terang, menandakan konser telah usai. Eva tersentak kecil, lalu ikut bangkit berdiri sambil memeluk tas kecilnya erat-erat. "Bagus," jawabnya singkat. "Kamu suka pertunjukannya?" Rian memastikan lagi, melangkah selangkah lebih dekat. "Iya, suka." Tiba-tiba, ponsel di saku celana Rian bergetar pelan. Rian meraba sakunya lalu mengeluarkan perangkat digital tersebut. Sebuah notifikasi pesan baru menyala di layar sentuhnya. Mama. Rian segera membuka kunci layar. Matanya bergerak cepat, menyapu baris demi baris kalimat pendek yang dikirimkan oleh mamanya di seberang sana. Rian memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku kemeja. Kemudian, tiba-tiba tangan kanan Rian bergerak cepat dan mendarat tepat di pinggang ramping Eva, menarik tubuh wanita itu mendekat ke sisinya. Sentuhan mendadak itu mengejutkan Eva. Tubuhnya refleks menegang kaku. Ia menolehkan kepalanya cepat, menatap tangan Rian yang mengunci ping
Read more