“Rian?” Eva yang baru saja merapikan sudut sprei ranjang mendadak terhenti. Di ambang pintu kamarnya yang terbuka separuh, sosok Rian sudah berdiri mematung. "Eva, hari ini kan tanggal merah," ucap Rian santai, melangkah masuk ke dalam kamar Eva. "Aku bisa sama kamu terus seharian." Sepasang mata Eva menatap Rian dengan rasa tidak percaya. "Rian..." Suara Eva menghentikan langkah pria itu yang melangkah masuk melewatinya. Rian menoleh, menaikkan sebelah alisnya. "Hm? Kenapa, Eva?" "Kamu serius nggak ngerasa bersalah sama sekali?” tanya Eva tidak percaya. "Oh.. tentang semalam?" tanya Rian seolah-olah itu biasa. "Kamu tahu nggak...tadi malam kamu keterlaluan banget," ucap Eva. "Maaf ya, Eva. Itu karena aku kebanyakan minum. Otakku nggak jalan," jelas Rian. Eva hanya diam, memandang pembelaan itu dengan tatapan sinis. "Aku benar-benar nggak sadar," lanjut Rian. "Semuanya karena alkohol." Mendengar alasan klasik itu, wajah Eva langsung berubah. Sudut bibirnya terangkat me
Read more