Melihat ibunya memperlakukannya seperti udara kosong, alis Dante makin berkerut.Ibunya sudah pulang? Sejak kapan? Kenapa dia sama sekali tidak tahu?Kalau dulu, setiap kali ibunya pulang, hal pertama yang dilakukan pasti mencarinya ke seluruh vila. Begitu menemukan dirinya, wanita itu akan langsung memeluknya dengan senyuman lembut dan mencium dahinya.Belakangan ini, setelah dia mulai menyukai Naira, dia menyadari bahwa setiap kali dirinya dekat dengan ibunya, Naira akan terlihat murung.Lama-kelamaan, dia pun menjauh dari ibunya dan semakin tidak suka dicium atau dipeluk olehnya.Meskipun begitu, setiap kali melihatnya, mata ibunya tetap penuh kebahagiaan, tidak pernah sedingin sekarang."Tata? Kamu masih di sana?" Suara Naira terdengar dari jam tangan teleponnya."Tante, besok kita lanjut ngobrol lagi ya." Setelah itu, Dante menutup panggilan, lalu memanggil, "Mama!"Langkah Ellea berhenti. Dia menoleh dengan ekspresi datar.Dante melompat turun dari sofa, kedua tangannya di belaka
Read more