Adelard menggaruk kepalanya dengan bingung. "Menurutku nggak ada yang nggak pantas kok."Sambil menyetir, Satria melirik ke kaca spion. "Pak, mumpung Tuan Adelard akhirnya berani mengutarakan keinginannya, coba dipertimbangkan dong. Ada pepatah bilang, selama cangkulnya cukup kuat, nggak ada tembok yang nggak bisa dibobol."Adelard tentu tidak mengerti.Maxwell menjulurkan lidahnya sedikit ke bagian dalam pipi, lalu berkata dengan datar, "Kalau kamu masih berani ngomong ngawur di depan anak, cangkul pertama yang mendarat nanti justru di kepalamu."Satria langsung terdiam, seolah ada roti besar yang tersangkut di tenggorokannya.Adelard merasa ayahnya sepertinya tidak suka membahas topik itu, sehingga dia tidak berani bicara lagi.Diam-diam, dia mengeluarkan sebatang cokelat dari sakunya, lalu membuka bungkusnya. Baru saja hendak menggigitnya, Maxwell langsung merebutnya."Bukannya sudah Papa bilang, jangan terlalu banyak makan yang manis? Dapat cokelat ini dari mana?"Adelard menjawab
Read more