Sesampainya di restoran, mereka berdua duduk. Rasanya begitu sempurna. Hanya ada satu meja di seluruh restoran itu, yaitu meja mereka.Iskak awalnya ingin memesan sebotol anggur merah mahal untuk merayakan adik yang dia lihat tumbuh besar itu akhirnya berhasil keluar dari kuburan pernikahannya dan kembali melihat cahaya dunia.Namun, mengingat Ellea baru saja keguguran dan tubuhnya masih dalam masa pemulihan, dia pun segera mengurungkan niatnya itu."Kak, makan biasa saja. Nggak usah minum."Iskak tampak agak heran. "Lea, setahuku kamu masih bisa minum sedikit."Ellea asal mencari alasan. "Nanti pulang aku masih ada urusan yang harus diurus. Minum bisa bikin jadwal jadi berantakan.""Benar juga." Dengan perhatian penuh, Iskak menuangkan segelas air hangat untuknya, lalu bertanya, "Setelah ini kamu mau gimana? Cari kerja baru atau buka usaha sendiri? Apa pun pilihanmu, aku pasti dukung penuh."Ellea meneguk airnya pelan, lalu berpikir sejenak sebelum berkata dengan tenang, "Aku ingin am
اقرأ المزيد