Cecilie memperhatikan ketiga anggota keluarga istana itu tanpa berkata apa-apa. Ia melihat wajah Sylas yang datar, wajah Permaisuri yang tegang, dan wajah Floria yang hampir menangis karena diperlakukan dingin oleh Sylas.Ia sendiri berdiri dengan tegak dan tenang bersama ibu dan kakak lelakinya, menyaksikan perdebatan yang langka antara Permaisuri dan putranya itu.Sesungguhnya ia hanya ingin segera pergi dari situ, melanjutkan langkahnya, berjalan-jalan menikmati pertunjukan di panggung-panggung kecil sekitar alun-alun ibu kota. Bukannya disudutkan oleh Permaisuri dan dibela oleh mantan tunangannya.Sylas kemudian berkata kepada Permaisuri.“Aku rasa kita sebaiknya membiarkan ketua festival melakukan pekerjaannya.”Permaisuri menatap putranya lama dan tersenyum tipis.“Aku tidak tahu kalau kau begitu mempercayai kemampuan Grand Duchess,” suaranya terdengar manis. “Tidak seperti dulu...”Dari sudut matanya, Cecilie melihat Emrys bergerak, tetapi ibu mereka dengan lembut menyentuh len
더 보기