"N-Ningsih... aa... anu, su-su-sumpah disimpan saja uang tabungan recehan kamu ini buat modal beli benang tenun baru di pasar," ucap Juna gagap sambil menatap langsung ke dalam sepasang manik mata jernih tetangganya itu."Tapi Kang Juna, biaya puskesmas sama tebus resep obat Ibu Lastri itu kan mahal banget, Ningsih bener-bener gak tega lihat Kang Juna kebingungan cari pinjaman terus tiap hari," sahut Ningsih dengan kedipan mata polos yang menuntut kepedulian.Juna tersenyum merakyat, menggelengkan kepalanya perlahan untuk meyakinkan gadis pemalu yang sudah berwajah cemas di hadapannya saat ini. Pemuda penjual jamu itu menjelaskan dengan jujur bahwa seluruh biaya pengobatan ibunya di rumah sakit sudah lunas total tanpa sisa sejak kemarin sore."S-Su-Sumpah demi apa pun yang ada di dunia ini, utang tebus obat emak sudah dibayar lunas semuanya kemarin, Ningsih, jadi kamu tidak perlu cemas lagi," tegas Juna dengan nada suara yang sengaja dibuat semantap mungkin.
Read more