Siska Anastasya berdiri dengan berkacak pinggang, matanya melotot menatap Juna dan Ibu Arini bergantian. "Kak Juna kok malah berduaan sama Bu Arini di depan toilet sihhh...?" tanya Siska dengan nada manja yang dibuat-buat.Juna menelan ludah kesat, keringat dinginnya mengalir semakin deras melintasi pelipis. 'Aduhhh..., bocah ini malah nambah beban hidupku aja, nyamber kayak petir di siang bolong!' batin Juna panik setengah mati.Pak Broto mendengus kasar, lalu dia melangkah maju untuk memotong jalur penyelamatan Juna. Langkah Juna langsung terhenti sewaktu Pak Broto sengaja menghalangi jalannya menuju ke arah parkiran sepeda.Guru pria senior itu menatap Juna dari atas ke bawah, menampilkan senyum meremehkan yang membuat darah Juna mendidih. "Siska, kamu mendingan pulang, biar urusan anak nakal ini saya yang urus," usir Pak Broto dengan nada ketus.Siska merengut kesal, namun dia tidak berani membantah guru paling killer di SMA itu. Dia berjalan menghentak-hentakkan kakinya menjauh,
Last Updated : 2026-05-22 Read more