Ibu Sarah merayapkan tubuh polos atasnya yang sangat padat, menindih ketat dada bidang Juna hingga dua gumpalan "melon" jumbo miliknya yang kenyal menjepit napas pemuda itu.Juna melotot sempurna dengan jantung yang berpacu gila, sementara resleting celananya yang macet tersangkut bener-bener membuat posisi perjakanya berada di ujung tanduk eksekusi ranjang."B-Bu Sarah! Aa... anu, s-su-sumpah, jangan ditindih dulu Bu! Juna kebelet pipis banget, sumpah gak kuat!" jerit Juna gagap setengah mati, mencoba mencari alasan paling konyol di puncak kepanikannya."Jangan banyak alasan, Arjuna! Nikmati saja servis olahraga saya pagi ini!" bisik Ibu Sarah seksi, matanya terpejam bersiap mencium bibir Juna.Melihat bibir gurunya mendekat, insting bertahan hidup Juna mendadak meledak dinamis. Menggunakan sisa energi kultivasi pengasihan kuno di perut bawahnya, Juna melakukan gerakan meliuk satset seperti belut, meloloskan diri dari bawah ketiak Ibu Sarah lalu merangka
Read more