Ruang interogasi di lantai tujuh kantor kepolisian pusat tidak memiliki jendela, hanya dinding abu-abu pucat yang memantulkan cahaya neon dengan kesan dingin yang disengaja. Di sanalah Wang Jun duduk, masih mengenakan kemeja mahal yang kini lusuh di bagian kerah, tangannya terlipat di atas meja stainless steel dengan ketenangan yang dipaksakan—ketenangan seorang pebisnis yang sudah terbiasa menghadapi negosiasi sulit, namun kali ini lawannya bukan rekan bisnis yang bisa ia beli dengan angka. "Pengacaramu sudah sampai," ucap detektif senior yang duduk di seberangnya, menggeser map cokelat tebal ke tengah meja tanpa membukanya. "Tapi sebelum dia masuk, aku ingin kau dengar sesuatu dulu, Tuan Wang. Karena begitu pintu itu terbuka, kau tidak akan punya kesempatan kedua untuk berbicara denganku selembut ini." Wang Jun tersenyum tipi
Baca selengkapnya