Hao Yu tersentak saat merasakan kehangatan jemari Yi Fang menyentuh kulit tangannya yang kasar. Dia mencoba menarik tangannya kembali, sebuah gerakan refleks dari seseorang yang terbiasa mengisolasi diri dari sentuhan emosional manusia agar tidak ada yang melihat kerapuhan di dalam dirinya. Namun, Yi Fang mencengkeramnya dengan kepastian yang luar biasa, menolak untuk melepaskannya."Tatap aku, Hao Yu," perintah Yi Fang, suaranya terdengar begitu kokoh, memancarkan aura ketegaran seorang wanita modern yang tidak bisa diintimidasi oleh kegelapan masa lalu.Hao Yu perlahan membuka matanya. Sepasang mata elang yang biasanya memancarkan kilatan tajam itu kini tampak redup, basah oleh lapisan air mata yang tertahan selama bertahun-tahun di dalam kesunyian hutan Pegunungan Canglan. Di hadapannya, Yi Fang menatapnya dengan sepasang manik mata yang begitu jernih, penuh dengan empati yang mendalam, namun sama sekali tidak mengandung belas kasihan yang merendahkan."Anak sepuluh tahun yang dipa
Magbasa pa