Batas antara hidup dan mati sering kali hanya selembar benang tipis yang ditenun oleh ketidaksadaran. Bagi Yi Fang, benang itu kini sedang kusut, saling silang, dan menarik jiwanya ke dua arah yang berlawanan dengan kekuatan yang sanggup merobek kesadaran. Pip... pip... pip... Bunyi itu begitu monoton, ritmis, dan dingin. Suara elektronik yang asing namun terasa sangat akrab di suatu sudut ingatan Yi Fang yang paling dalam. Ia ingin membuka mata, tetapi kelopak matanya seolah telah direkat oleh timah panas. Pandangannya gelap, namun anehnya, ia bisa merasakan kilatan cahaya putih yang menyengat dari atas. Cahaya neon yang steril, bau antiseptik yang menusuk hidung, dan desau halus dari mesin ventilator yang memompa udara buatan ke dalam paru-parunya. "D
続きを読む