Hujan deras yang tadinya sempat mereda, kini mendadak kembali mengguyur bumi dengan lebat. Suara gemuruh angin malam berpadu dengan derasnya air yang menghantam sisa-sisa atap seng tua di reruntuhan Panti Asuhan Kasih Bangsa.Bumi berbalik perlahan, menurunkan arah pendar senternya ke tanah agar tidak langsung menyilaukan mata sosok wanita tua di hadapannya.Di bawah guyuran gerimis yang kian pekat, berdiri seorang wanita paruh baya bertubuh kurus membungkuk. Kain payung tua yang dipegangnya tampak gemetaran, menyelimuti pakaian sederhananya yang kusam."Maaf, Ibu... saya tidak bermaksud mengejutkan," ujar Bumi dengan intonasi suara yang begitu sopan, hangat, dan tenang. "Mobil saya tersesat saat melewati jalur ini dan mendadak mogok. Jalur di luar sangat gelap, lalu tiba-tiba hujan deras lagi. Saya hanya mencari tempat untuk berteduh sebentar."Wanita tua itu menatap Bumi dari ujung kepala hingga ujung kaki. Penampilan Bumi yang rapi, tutur bahasanya yang santun, serta parasnya yang
Read more