Beberapa bulan kemudian, apartemen luas Bagas kini sehari-harinya di penuhi dengan suara bayi, bayi yang di beri nama oleh Bagas—Kaizan Rajendra Wiratmodjo. Hunian yang dulunya hanya ditinggali oleh tiga orang, kini sudah bertambah oleh anggota baru, dan mereka menjadi berempat di rumah ini. Banyak hal baru yang terjadi di antara mereka. Tidak hanya peran namun juga tanggung jawab.Hari itu, keluarga besar Bagas berkumpul. Suasana sangat ramai, sosok kecil yang memiliki wajah tampan itu telah menjadi pusat perhatian semua orang.Eyang kakung duduk di sofa, menggendong cicitnya dengan hati-hati. Tangannya yang sudah keriput itu tampak kontras dengan tubuh bayi yang mungil di pelukannya."Cicit gantengnya siapa ini, hmm?" gumamnya pelan, menimang tubuh bayi itu. Dan ajaibnya—bayi itu tertawa.Kania yang berdiri tak jauh dari sana pun tersenyum, matanya berbinar tanpa ia sadari. Ada rasa hangat yang menjalar di dadanya saat melihat pemandangan itu.Dulu eyang kakung adalah orang yang pal
Magbasa pa