"Ma–maaf, maafkan saya, Tuan. Saya benar-benar tidak sengaja."Kania buru-buru meminta maaf dengan suara gemetar.Perlahan, ia mengangkat wajahnya dan mendapati seorang pria yang baru saja melepas kacamata hitamnya. Namun, begitu tatapan mereka bertemu, Kania langsung menunduk lagi, tidak berani menatapnya terlalu lama.Degup jantungnya bertalu semakin cepat saat pria itu akhirnya berbicara. Suaranya terdengar berat dan serak, membuat Kania semakin gugup. "Apa kamu tidak punya mata sampai bisa menyiram saya seperti ini?""Sekali lagi maafkan saya, Tuan. Tadi saya jalan terburu-buru sambil minum, lalu tidak sengaja menabrak orang sampai akhirnya air minum saya tumpah," jawab Kania dengan suara gemetar.Dengan panik, ia segera menutup tumblernya, lalu buru-buru mengambil tisu dari dalam tas. Refleks, tangannya bergerak hendak mengusap bagian bawah perut pria itu yang terkena air.Namun, pria tersebut langsung mengerutkan kening dan menepis tangan Kania dengan kasar."Mau apa kamu?""Say
Last Updated : 2026-05-25 Read more