“Kamu sakit ini, Ta. Ayo aku antar ke rumah sakit.” Sasha menatap Bita dengan khawatir. Sejak gadis itu datang dan memasuki kelas, wajahnya sudah terlihat pucat pasi. Namun, setiap kali Sasha membujuknya untuk pergi ke rumah sakit, Bita selalu menolak seperti sekarang. Bita tersenyum lemah. “Aku nggak papa, Sa.” “Nggak papa gimana, sih? Muka kamu tuh udah kayak mayat hidup!” gerutu Sasha kesal. Ruang kelas sudah mulai sepi. Tinggal mereka bertiga di sana, termasuk Dira yang bahkan sampai meninggalkan buku yang sejak tadi dibacanya. Sasha menunjuk Dira yang kini berjongkok di depan Bita. “Tuh, lihat. Dira aja sampai ninggalin pacarnya alias bukunya saking khawatirnya sama kamu.” Tatapan Bita beralih kepada Dira. Ia kembali mengulas senyum tipis dengan bibir yang tampak pucat. “Aku nggak papa, Dir. Udah, kamu duduk lagi di bangku kamu. Aku baik-baik aja, nih.” Dira menggeleng. “Aku
Magbasa pa