“Jadi Mas Aksa nggak marah?”“Nggak, Ta. Aku udah keringat dingin banget, takut langsung ditonjok. Ternyata nggak ada adegan berdarah-darah. Rasanya aku pengin langsung sujud syukur.”Bita tertawa dengan ponsel yang masih melekat di telinganya. Vino meneleponnya beberapa saat lalu dan menceritakan bahwa ia sudah mengatakan semuanya kepada Aksa.Bita sempat khawatir laki-laki itu akan babak belur, tetapi ternyata Aksa tidak marah. Mendengarnya, Bita merasa begitu lega. “Sebenarnya aku agak nggak kaget sih kalau Mas Aksa nggak mukul kamu. Secara, dia penyabar banget.”“Tapi jangan salah. Dia tuh galak kalau soal kamu, Ta. Ngewanti-wanti banget aku supaya jagain kamu. Bikin aku sering mikir kayaknya yang adik itu kamu, deh. Soalnya dia lebih khawatirin kamu daripada aku.”Bita kembali tertawa mendengarnya. “Nggak, kok. Tetap lebih besar sayangnya ke kamu. Kalau nggak, kayaknya biarpun Mas Aksa penyabar, dia juga bisa langsung mukul kamu tanp
Ler mais