Pukul satu siang, cuaca di luar terbilang sangat menyengat. Di dalam kamarnya, Renjana tengah terburu-buru merias wajah. Ponsel di atas meja riasnya sudah beberapa kali berdering nyaring, menampilkan nama yang sama. Dengan gerakan cepat, ia menyambar ponsel tersebut, meletakkannya kembali di meja, lalu menekan tombol pengeras suara sembari tangannya tetap sibuk bergerak. "Aduh, masih di mana sih, Sis? Lama banget! Ayo dong, live-nya sebentar lagi mau mulai nih!" seru suara seorang perempuan di seberang telepon dengan nada panik. "Sabar ih, ini aku lagi touch up, Melinda!" jawab Renjana yang masih sibuk membenarkan riasan wajah dan tatanan rambutnya. "Kebiasaan deh, segala hal harus dikerjakan mandiri. Di sini kan ada perias khusus, Sayang. Ayo cepat! Ada sopir atau suami lo enggak di rumah? Kalau enggak ada, gue suruh Ciko nih buat jemput lo?" tawar Melinda. Renjana langsung menggeleng kuat, seolah Melinda bisa melihatnya. "Enggak, jangan! Jangan berani-berani, nanti bisa b
Baca selengkapnya