Gelas pasangan, sandal rumah, syal rajut … semuanya kubuang tanpa sisa.Hanya ada satu benda yang kutahan … gelang pusaka Keluarga Vallore.Ini terlalu berharga. Setelah berpikir lama, aku memutuskan untuk mengembalikannya langsung kepada Fendy.Saat tiba di kantor, pintunya sedikit terbuka.Di dalam ada beberapa sosok yang kukenal, juga Vivi yang menopang dagu sambil memainkan bunga di meja Fendy.Tanganku yang hendak mengetuk pintu terhenti di udara.Lalu terdengar suara manja seorang wanita mengeluh, “Pak Fendy, katanya hari ini mau bersantai, kenapa masih memegangi rokok? Bukankah kamu bilang ingin berhenti merokok ….”Detik berikutnya, Fendy langsung mematikan rokok di tangannya.Sebelum sempat bicara, teman-temannya sudah lebih dulu menggodanya sambil tertawa, “Hebat, Bu Vivi-lah yang paling hebat. Pantas seluruh kantor bilang urusan kerja hingga pribadi Fendy semua diatur Bu Vivi.”“Jangan-jangan nanti Fendy mau memakai berapa kondom saja harus minta izin Bu Vivi dulu?”“Kata or
Read more