Short
Dia Menyesal Setelah Kehilanganku

Dia Menyesal Setelah Kehilanganku

By:  YelaCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
9Chapters
5views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Pada perjamuan keluarga, sebuah cincin lamaran tidak sengaja jatuh dari saku mantel Fendy. Bibi Vallore bercanda sambil menepuknya, “Dasar. Cepat nikahi Celine dan bawa dia pulang. Jangan sampai direbut orang lain!” “Lamar malam ini dan urus akta nikahnya besok!” Semua orang di meja tertawa riuh. Dengan wajah memerah, aku menunggu kalimat “menikahlah denganku” keluar dari mulutnya. Namun yang dia lakukan hanyalah mengambil cincin itu dari tanganku, lalu menyerahkan kepada asisten yang berada di samping. “Aku hanya membantu Vivi simpan sebentar.” Fendy mengusap rambutku seperti biasa, suaranya tetap lembut. “Anak baik, lain kali kita pilih cincin nikah yang benar-benar kamu sukai, ya.” Aku melihat kilatan kegembiraan yang tidak sempat disembunyikan di wajah sang asisten. Aku hanya tersenyum tipis. Fendy tidak tahu. Tidak akan ada “lain kali” bagi kami. Karena pernikahanku … akan berlangsung hari Minggu ini.

View More

Chapter 1

Bab 1

Vivi Kenzi tersenyum polos sambil mengangkat gelas ke arahku. “Aku hanya asal membeli barang murah di pinggir jalan, mana mungkin seleraku bisa dibandingkan dengan Kak Celine.”

Aku tidak menjawab. Tatapanku hanya tertuju pada cincin yang melingkar di jari manisnya.

Di bagian dalam cincin itu masih terukir inisial namaku dan Fendy Vallore.

Aku sendiri yang mendesain cincin itu.

Fendy memeluk pinggangku dari belakang, senyum tipis tersungging di bibirnya.

“Mulutmu manis sekali.”

“Makan buahmu saja.”

Dia terdengar seperti sedang menegur Vivi. Namun nada suaranya justru dipenuhi kedekatan dan perlindungan.

Vivi menjulurkan lidah dengan manja padanya sebelum pergi.

Cara mereka berinteraksi sudah lama melewati batas hubungan biasa antara bos dan asisten.

Beberapa tahun terakhir, Fendy selalu membawanya menghadiri berbagai acara dengan alasan “memperluas wawasannya”.

Dan sekarang, bahkan dia menghadiri perjamuan keluarga.

Tatapan dari berbagai arah … penasaran, iba, menyelidik … tertuju padaku.

Bahkan Bibi Jasmine Vallore tampak ingin mengatakan sesuatu, namun pada akhirnya dia hanya menghela napas pelan.

Ponselku bergetar. Ibu mengirimkan video berdurasi beberapa detik.

Di video itu, gelas bekas minum Vivi secara alami diambil oleh Fendy. Dia kembali menuangkan anggur ke dalamnya … lalu meminumnya sampai habis.

Tidak lama kemudian, pesan dari Ibu masuk:

[Celine, Ayah dan Ibu hanya ingin kamu memikirkannya baik-baik. Dalam tujuh tahun … tujuh kali kamu meminta menikah, dan tujuh kali dia menundanya. Pria seperti itu, apa benar bisa memberimu kebahagiaan?]

Ujung jariku sedikit gemetar saat mematikan layar ponsel.

Sepanjang perjamuan, aku tetap duduk anggun di sisi Fendy, tersenyum dan berbincang dengan semua orang seperti biasa. Sama seperti setiap acara sebelumnya.

Saat selesai, Fendy hendak menggenggam tanganku.

Namun aku diam-diam menghindar darinya.

“Ayo pulang. Aku agak lelah.”

Dia sempat tertegun sebelum mengikuti di belakangku.

Di dalam mobil, suasananya sunyi.

Aku menatap pemandangan kota di luar jendela yang terus bergerak mundur. Lampu neon memantul di wajahku yang tampak samar.

“Tentang cincin itu ….” Ketika hampir sampai di rumah, Fendy akhirnya buka suara.

“Aku memang salah.”

“Vivi tidak sengaja terlibat. Jangan mempermasalahkannya.”

Hatiku perlahan tenggelam oleh kekecewaan.

Jadi … dirinya memang tahu.

Fendy menghela napas pelan.

Satu tangannya melingkar memelukku dari belakang, nadanya melunak seperti membujuk anak kecil yang sedang marah. “Sayang, jangan marah lagi.”

“Bukankah aku sudah berjanji? Lain kali pasti, kok. Di pernikahan kita nanti, aku pasti akan memakaikanmu cincin yang lebih indah dari itu, ya?”

Aku menahan rasa sesak yang terus naik ke tenggorokanku.

Lain kali? Tujuh tahun hubungan yang selalu ditambal dengan kata “lain kali”.

Terlalu lama.

“Fendy.” Aku menoleh menatapnya.

“Ya?”

“Kita sudah bersama selama tujuh tahun. Semua orang tahu hubungan kita. Jika tidak ada status yang jelas, aku tidak tahu harus menjelaskan apa pada orang lain.”

Suasana hening selama beberapa detik.

Tangannya yang memelukku sedikit mengendur.

“Hidup itu dijalani untuk diri sendiri. Untuk apa memberi penjelasan pada orang lain?”

Dia mencubit pipiku sambil terkekeh.

“Aku tidak bilang tidak akan menikahimu. Kenapa kamu menjadi perempuan yang tidak sabaran? Nanti orang malah menertawakanmu.”

Nada suaranya terdengar begitu santai.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
9 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status