Bocah itu diam selama beberapa menit, memperhatikan sekeliling yang terasa asing. Padahal tadi malam dia sudah sempat melihatnya sebelum tidur, tapi rasa kantuk yang berat tampaknya mengaburkan memori kecilnya. "Bunda," panggil Ibrahim. Maria segera mendekat, duduk di tepi futon lalu memangku anaknya. "Papa, mana?" tanya Ibrahim sambil mengucek matanya. "Papa sudah berangkat kerja, A'im. Sore nanti pulang. Sini, A'im duduk dulu. Bunda akan bikinin susu. Setelah itu mandi, sarapan, dan kita jalan-jalan. Oke." Ibrahim mengangguk. Seperti yang dikatakan Rangga, sekitar pukul tujuh lebih lima belas menit, bel pintu unit apartemen berbunyi. Maria bergegas melangkah menuju pintu genkan, membukanya dengan hati-hati. Di depan pintu, berdiri seorang pria paruh baya mengenakan seragam pengantar berlogo khas lokal, membawa sebuah kotak makanan yang rapi. Pria itu tampaknya adalah orang suruhan dari Mbak Kasi. Orang Jepang itu tidak berbicara sepatah kata pun dalam bahasa Inggris.
Magbasa pa