"Mas Zein," panggil Bu Halimah, menatapnya dengan pandangan menyelidik yang penuh simpati. "Maaf, mungkin pertanyaan ini nggak sopan. Apa Mas Zein masih bujangan? Sekian lama kenal, tapi saya sungkan mau nanya." Zein mengangguk. "Maaf sekali lagi. Kita ini sudah kenal lama. Mas Zein banyak sekali membantu panti. Maaf, kalau boleh Ibu bertanya, bagaimana sebenarnya perasaan Mas Zein yang sesungguhnya pada Aisyah selama ini? Maaf beribu maaf, ini mungkin terlalu lancang." "Tidak apa-apa, Bu. Tenang saja. Pertanyaan itu tak masalah bagi saya. Wajar sih, kita sudah kenal lama. Bahkan sebelum Aisyah datang." "Makanya itu, Ibu berani bertanya," jawab Bu Halimah sambil tersenyum. Sebab sebelum Rangga datang, ia sangat berharap kalau Aisyah menikah dengan Zein. Sebab dia pria yang menurutnya terlihat paling tulus pada Ibrahim. Zein terdiam cukup lama. Ia menarik napas panjang. Di hadapan wanita sepuh yang sudah lama ia kenal, Zein memilih untuk jujur. "Saya sebenarnya jatuh hati pad
Read more