"Bunda nggak tahu, A'im. Om Zein kerjanya jauh. Naik pesawat, naik kereta api, naik kapal laut," jawab Aisyah sambil tersenyum. Jawaban yang sama setiap kali Ibrahim bertanya. "A'im, kangen ya sama Om Zein?""Iya," jawab Ibrahim polos. Ia sudah mengenal Zein sejak masih bayi. Bu Halimah pernah bilang, "Mungkin Mas Zein ini seorang Intel, Mbak. Entah dia Intel polri, Intel TNI, atau anggota BIN. Kalau CEO yang menyamar seperti kata anak-anak itu, rasanya nggak mungkin. Ngapain repot-repot nyamar segala. Kalau sudah CEO, pasti orangnya sangat sibuk."Masuk akal juga dengan apa yang dikatakan Bu Halimah. Seorang Intel kan tidak boleh mengaku ke sembarang orang kalau dia itu Intel. Tapi Zein pernah bilang kalau dia kerja di kapal. Di Tanjung Priok sana. Ah, tapi entahlah. Sampai tiga tahun ini Aisyah tidak pernah bertanya."Yang penting dia baik. Nggak bikin masalah di panti, biar saja, Aisyah. Mas Zein baik kok. Malah banyak membantu di sini," ujar Bu Syarifah suatu hari.Aisyah menoleh
Baca selengkapnya