Maria ada di sana, raganya terlihat, tapi jiwanya sudah tak bisa disentuh. Rangga menyadari bahwa Maria sedang melakukan pemutusan hubungan secara bertahap. Ia sedang membiasakan diri untuk tidak lagi membutuhkan Rangga."Maria, kamu melihat jam tanganku kemarin? Aku lupa menaruhnya," tanya Rangga pagi itu ketika sudah rapi berpakaian kerja.Maria yang sedang duduk menyisir rambutnya, segera membuka laci lemari. Di mana ia selalu menyimpan jam tangan suaminya dan dasi di sana."Kamu menemukannya di mana?" tanya Rangga sambil menerima jam tangan yang diulurkan Maria."Di rak sepatu. Semoga istrimu nanti paham banget dan sabar dengan kebiasaanmu, Mas. Nggak emosian saat kamu menaruh apapun sembarangan," ucap Maria sambil keluar kamar untuk menyiapkan sarapan.Rangga mematung. Meski yang baru ia dengar tadi adalah sebuah omelan, tapi Rangga seolah menemukan kembali sosok Maria yang hilang berminggu-minggu ini. Pernah suatu malam, Rangga melihat Maria sedang duduk di teras sambil menatap
Baca selengkapnya