Di dalam ruang pemulihan medis bertembok baja di bawah tanah, aroma antiseptik yang menusuk hidung bercampur dengan aroma darah yang pekat."Scarlett, makanlah sedikit. Paling tidak minumlah obat penenang ini. Kau kehilangan sangat banyak darah kemarin," bujuk Xavier dengan suara rendah, menyodorkan nampan berisi makanan dan dosis obat di samping brankar.Scarlett yang masih terbaring lemah di atas tempat tidur medis tetap memalingkan wajahnya. Di balik dinding matanya yang berkaca-kaca, hanya ada bayangan wajah Alexander yang dipenuhi kecemasan dan tangisan ketakutan Ethan saat terpisah darinya. Selain itu, kecemasan mendalam kian menghimpit dadanya melihat perubahan sikap Xavier yang kian tidak terkontrol akibat cemburu."Hari ini kita akan kembali ke markas," lanjut Xavier dingin, jemari tangannya yang bersarung tangan steril mengusap kasar ujung rambut Scarlett. "Tapi sebelum itu, kita akan mampir ke rumah pribadiku. Jadi cepatlah pulih."Xavier bangkit, hendak melangkah meningga
Last Updated : 2026-08-20 Read more