Cane melangkah masuk. Kamar itu hening, hanya menyisakan cahaya remang dari lampu sudut yang menembus tirai tipis. Isabela sudah terlelap di atas ranjang. Gadis itu tidur dengan posisi yang terlalu tenang, terlalu polos, seolah ia tidak punya beban apa pun di dunia yang sama sekali asing baginya.Cane mendekat. Langkahnya tidak bersuara di atas karpet tebal.Ia membungkuk, menundukkan kepala hingga wajah mereka hanya berjarak beberapa senti. Dengan gerakan yang sangat hati-hati—kontras dengan karakternya yang kasar—ia menyibak helai rambut yang menutupi wajah Isabela. Sentuhannya terasa seperti peringatan bagi dirinya sendiri.Napas Cane memberat. Jemarinya turun, menelusuri garis hidung Isabela, lalu berhenti di sana, tepat di atas bibir gadis itu. Ia mengusapnya pelan. Sekali. Dua kali.Semakin lama ia menyentuhnya, semakin hebat gemuruh di dadanya. Cane menelan ludah, tenggorokannya terasa kering. Ia mendekat, memejamkan mata, dan menghirup aroma tubuh Isabela. Wangi itu murni, san
최신 업데이트 : 2026-06-18 더 보기