Isabela berdiri sendirian — punggung masih menempel di dinding, kemeja putih di tangannya, jantungnya berdegup dengan ritme yang tidak normal.Astaga, Isabela. Apa yang kau pikirkan.Ia memegang kedua pipinya sendiri — yang sudah terasa panas bahkan sebelum ia sentuh — lalu menarik napas panjang.Di ruangan yang sunyi ini, aroma parfum Cane yang menempel pada kemeja itu seolah menguar, memenuhi ruang geraknya. Ia menatap kemeja putih di tangannya sebentar.Ia sendirian di ruangan ini, memegang kemeja bosnya, dengan baju basah yang masih menempel di kulit.Ia menatap kemeja putih di tangannya sebentar.Lalu mulai menggantinya.Beberapa menit kemudian, dua orang teknisi masuk dengan peralatan di tangan — mengangguk singkat ke arah Cane, lalu langsung menuju ruangan dalam.Isabela tidak mendongak.Ia sudah kembali ke sudut berkasnya — jongkok di lantai, menyusun, mengurutkan, memilah. Diam. Tidak menggerutu seperti tadi, tidak protes, tidak berkomentar apapun. Kemeja putih Cane yang ia p
최신 업데이트 : 2026-06-18 더 보기