Semakin dekat, semakin jelas wajah wanita itu, Isabela mengenali wajah itu begitu jaraknya cukup dekat, gaun merah tua membalut tubuh Bianca dengan sempurna, rambutnya ditata rapi jatuh ke satu bahu. Ia sudah beberapa kali bertemu dan mengobrol dengan wanita ini di lorong kantor, meski tak pernah benar-benar dekat."Ini dia," ujar Vanessa, suaranya ramah, seolah sedang mempertemukan sepasang sahabat lama. "Nona Bianca, kenalkan, ini Isabela.""Isabela Mareu." Bianca mengulang nama itu pelan, seolah sedang mencicipi rasa di lidahnya sendiri. Matanya menelusuri dari ujung rambut Isabela hingga ke sepatu, tanpa berusaha menyembunyikan penilaiannya. "Kita bertemu lagi.""Ah, iya. Nona Bianca," sahut Isabela, tersenyum sopan."Oh, kalian sudah saling kenal?" tanya Vanessa, memasang ekspresi terkejut yang ringan, seolah baru menyadarinya. "Kau kenal Nona Bianca? Kenapa kau tidak pernah cerita, Bela?""I-iya, kami…" jawab Isabela, agak ragu."Tentu saja, kami sudah beberapa kali bertemu dan s
Read more