Pandangan kabur yang mulai menggelap dan menyempit adalah hal pertama yang dirasakan Seraphina.Tubuhnya serasa tidak lagi memiliki berat. Detik berikutnya, gravitasi seperti berbalik, menariknya jatuh ke dalam lubang tanpa dasar yang dingin. Angin melolong di telinganya, tajam seperti pisau yang mengiris kulit. Kegelapan di sekelilingnya bukan sekadar hilangnya cahaya, melainkan sesuatu yang hidup—pekat, tebal, dan menekan dadanya hingga ia sulit bernapas.Aku akan mati.Degup jantungnya memburu, terasa sakit, seakan mencekik lehernya sendiri. Ketakutan itu begitu nyata. Seraphina mencoba menggapai, mencari pegangan, namun jemarinya hanya menangkap udara kosong. Di dalam kegelapan yang tak berujung ini, ia merasa begitu kecil, begitu rapuh.Seraphina perlahan memejamkan mata, membiarkan tubuhnya terus terseret. Di dalam kepasrahan ini, ketika hatinya mulai belajar menerima bahwa ini adalah akhir dari segalanya, sebuah sensasi aneh muncul. Sesuatu yang terasa hangat bergetar di dadanya
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-07-16 อ่านเพิ่มเติม