Suara kasak-kusuk di sekitarnya perlahan menarik kesadaran Seraphina kembali ke permukaan.Saat kelopak matanya dipaksa terbuka, tubuhnya terasa luar biasa lemah. Kepalanya berdenyut hebat seperti habis dibelah, sementara pandangannya buram dan berbayang. Di sekeliling ranjang, beberapa pendeta jubah putih sedang memeriksa kondisinya.Begitu menyadari sepasang manik mata Seraphina terbuka, mereka sontak mundur teratur. Itu bukan penghormatan, melainkan refleks karena ketakutan.Seraphina menyadari hal itu dengan getir."Yang Mulia Saintess sudah sadar," bisik seorang pelayan dengan suara gemetar."Cepat panggil Uskup Agung!" perintah pendeta yang tadi memeriksa, suaranya naik satu oktaf karena panik.Di antara kerumunan pelayan dan pendeta yang memilih menjaga jarak, Seraphina menangkap sosok pendeta tua yang kemarin menolongnya. Semua orang diam membisu, tidak berani mendekat seolah dirinya adalah wabah. Hanya pendeta tua Darwin yang akhirnya memberanikan diri melangkah maju.Ia menc
Last Updated : 2026-07-01 Read more