Beranda / Fantasi / AKU MASUK KE TUBUH SAINTESS PALSU / Chapter 26 -The Realm Beneath-

Share

Chapter 26 -The Realm Beneath-

Penulis: Sei_30
last update Tanggal publikasi: 2026-07-16 10:39:34
Pandangan kabur yang mulai menggelap dan menyempit adalah hal pertama yang dirasakan Seraphina.

Tubuhnya serasa tidak lagi memiliki berat. Detik berikutnya, gravitasi seperti berbalik, menariknya jatuh ke dalam lubang tanpa dasar yang dingin. Angin melolong di telinganya, tajam seperti pisau yang mengiris kulit. Kegelapan di sekelilingnya bukan sekadar hilangnya cahaya, melainkan sesuatu yang hidup—pekat, tebal, dan menekan dadanya hingga ia sulit bernapas.

Aku akan mati.

Degup jantungnya membur
Sei_30

Seven Thrones bilang Abyss adalah tempat dosa dibuang, sedangkan Nox bilang Abyss adalah emosi yang tidak punya bentuk.

| 1
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • AKU MASUK KE TUBUH SAINTESS PALSU   Chapter 28 -The Day of Judgment-

    "Apa kau siap?" tanya Nox pada Seraphina.Seraphina menatap pusaran air di hadapannya. Permukaan air itu memantulkan bayangan dirinya yang dulu. Beban lama itu masih ada. Luka hatinya pun masih tersimpan rapat di sana, membeku tanpa riak emosi."Kau benar..." Seraphina menarik napas dalam-dalam. "Yang pertama harus disembuhkan adalah hatiku sendiri."Ketakutan itu tidak mendadak hilang, tetapi kilau perak baja yang kini mengeras di matanya menjadi bukti. Ia tidak akan mundur lagi. Demi dirinya sendiri. Seraphina melangkah maju, berdiri tegak di samping Nox, lalu mengangguk mantap. Hati dan mentalnya sudah siap.Nox membuka pusaran dimensi. Tanpa ragu, Seraphina melangkah masuk ke dalam pusaran air tersebut.***Saat Seraphina membuka mata, sekelilingnya telah berubah total. Malam telah larut, menyisakan kesunyian yang mencekam. Di atas meja tua yang berdebu, tumpukan tagihan yang belum lunas berserakan secara berantakan di samping sisa makanan yang telah mendingin.Detik berikutnya, se

  • AKU MASUK KE TUBUH SAINTESS PALSU   Chapter 27 -The Shape of a Wound-

    Langit malam yang semula luruh perlahan mereda. Bersamaan dengan itu, ribuan suara jeritan korban mulai memudar. Di sana, sang pemuda kini tertinggal seorang diri. Ia duduk termangu, kian menjauh dan mengabur dari jarak pandang Seraphina.Sebelum bayangan itu benar-benar hilang, kabut hitam berputar cepat menyelimuti mereka. Dalam satu kedipan mata, kabut itu membawa Seraphina dan Nox kembali ke tepi sungai perak yang tenang. Suasana kembali sunyi, seolah kekacauan tadi tidak pernah terjadi.Namun, Seraphina masih bergeming. Tangannya terkepal erat di depan dada, tepat di mana jantungnya berdegup kencang. Bahkan setelah semua pemandangan mengerikan itu menghilang, rasa sakit milik Kael seolah tertinggal dan membekas di sana. Dada Seraphina terasa sesak. Seraphina menarik napas panjang, mencoba menguasai diri."Jadi ... itu adalah Corruption?" suaranya sedikit bergetar.Nox menggeleng pelan. "Itu hanya sebuah luka."Mata abu keperakan milik Seraphina beralih, menatap tajam ke arah Nox.

  • AKU MASUK KE TUBUH SAINTESS PALSU   Chapter 26 -The Realm Beneath-

    Pandangan kabur yang mulai menggelap dan menyempit adalah hal pertama yang dirasakan Seraphina.Tubuhnya serasa tidak lagi memiliki berat. Detik berikutnya, gravitasi seperti berbalik, menariknya jatuh ke dalam lubang tanpa dasar yang dingin. Angin melolong di telinganya, tajam seperti pisau yang mengiris kulit. Kegelapan di sekelilingnya bukan sekadar hilangnya cahaya, melainkan sesuatu yang hidup—pekat, tebal, dan menekan dadanya hingga ia sulit bernapas.Aku akan mati.Degup jantungnya memburu, terasa sakit, seakan mencekik lehernya sendiri. Ketakutan itu begitu nyata. Seraphina mencoba menggapai, mencari pegangan, namun jemarinya hanya menangkap udara kosong. Di dalam kegelapan yang tak berujung ini, ia merasa begitu kecil, begitu rapuh.Seraphina perlahan memejamkan mata, membiarkan tubuhnya terus terseret. Di dalam kepasrahan ini, ketika hatinya mulai belajar menerima bahwa ini adalah akhir dari segalanya, sebuah sensasi aneh muncul. Sesuatu yang terasa hangat bergetar di dadanya

  • AKU MASUK KE TUBUH SAINTESS PALSU   Chapter 25 -The Monster Who Answered-

    Lantai marmer yang dingin seakan menjalar ke tubuh Seraphina hingga membuatnya tak bisa bergerak. Matanya menyipit, memperhatikan gerak-gerik sosok asing yang duduk santai di atas altar suci. Tempat yang seharusnya bersih dari noda, kini diinjak oleh sepasang sepatu bot hitam.Dalam hati, Seraphina mempertanyakan dari mana kemunculan pria misterius itu. Ia sama sekali tidak mendengar satu suara pun sebagai tanda kedatangannya. Tidak ada derit pintu, tidak ada langkah kaki. Pria itu tiba-tiba ada di sana, seolah muncul dari balik bayangan."Siapa kau sebenarnya?" tanya Seraphina.Ia beranjak perlahan penuh waspada dari posisi berlututnya. Tangannya meraba jubahnya, bersiap jika harus melarikan diri. Atensinya tidak lepas sedikit pun dari sang pria misterius.Sebagai jawaban, seulas senyuman tipis diterima Seraphina. Mata hitam sepekat malam milik si pemuda membalas tatapannya lekat-lekat."Sudah kubilang," ucapnya tenang tanpa melepas kontak mata. "Seekor monster."Pria misterius itu er

  • AKU MASUK KE TUBUH SAINTESS PALSU   Chapter 24 - A prayer answered by darkness-

    Langkah kaki Seraphina terhenti seketika. Dadanya berdenyut menyakitkan melihat pemandangan di depan mata. Lucien, yang tiba hampir bersamaan di sisinya, hanya bisa terpaku tanpa mampu mengeluarkan sepatah kata pun.Puluhan ksatria suci telah membentuk barikade lingkaran yang rapat. Pedang-pedang mereka terhunus, namun tangan mereka gemetar. Mereka mengepung satu sosok tunggal di tengah lapangan. Ketakutan begitu nyata di udara; tidak ada satu pun dari prajurit itu yang berani melangkah maju.Bisik-bisik penuh kecemasan terdengar di antara barisan."Komandan...""Apakah kita benar-benar harus mengeksekusinya?"Kael berdiri sendirian di tengah kepungan. Pemuda yang biasanya selalu memasang raut wajah datar dan tajam itu kini terlihat begitu rapuh. Ia tampak hancur, digerogoti oleh rasa bersalah yang teramat sangat. Aura hitam pekat bocor tak terkendali dari tubuhnya, melahirkan kelopak-kelopak bunga legam yang bermekaran ngeri di atas kulitnya.Saat sepasang mata emas Kael yang meredup

  • AKU MASUK KE TUBUH SAINTESS PALSU   Chapter 23 -A Lesson Beyond Light-

    Seraphina kembali mengabaikan makan siangnya hari itu. Meski rentetan peringatan dari para pelayan terus menggema di sepanjang koridor, ia memilih memekakkan telinga. Langkah kakinya bergerak cepat, setengah berlari menuju perpustakaan.Setibanya di sana, kesunyian langsung menyambut. Seraphina segera memusatkan seluruh fokusnya untuk memanggil kekuatan magis yang ia cari. Namun, seperti beberapa hari terakhir, hasilnya tetap sama. Throne of Light tidak kunjung menjawab. Ia tetap gagal.Kecewa, Seraphina melangkah gontai kembali ke kamarnya. Ia menghempaskan tubuh ke ranjang, mengembuskan napas panjang dan berat. Saat membuka mata, ia hanya bisa mendongak menatap langit-langit kamar yang temaram, lalu mengusap wajahnya dengan kasar. Rasa lelah dan frustrasi mulai mengikis pertahanannya. Namun, bayangan kondisi Kael yang semakin kritis terus menghantui pikiran. "Sekali lagi," bisiknya pada kegelapan ruangan, mencoba mencambuk semangatnya sendiri yang mulai goyah. "Aku harus mencobanya

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status