Tirta tertegun mendengar jawaban Airin. Entah apa yang sedang terjadi pada mereka berdua, tapi Tirta yakin sesuatu yang lebih besar sedang mengintai pernikahan mereka. Drrt. Pandangan Tirta kembali ke ponselnya. Ia menyudahi pemeriksaan kemudian mengambil ponsel dan menjawab panggilannya. Ia berjalan ke arah ruang konsultasi, duduk di kursinya. “Iya, Tama.” Suara Tirta menyapa Tama di seberang sana. “Apa Airin sudah menemuimu?” Tirta menghela napas, ia melirik Airin yang masih terbaring di ruang periksa. Ada seorang perawat yang membantunya sekarang. “Iya.” “Syukurlah. Maaf, aku tidak bisa menemaninya.” Tirta hanya diam sambil menganggukkan kepala. Matanya masih memberi perhatian ke Airin yang kini sudah bangun dari ranjang periksa dibantu perawat. “Apa semuanya baik saja? Perkembangan janinnya, baik, kan?” “Iya, baik. Semuanya terlihat baik-baik saja.” “Lalu kesehatan Airin bagaimana?” Tirta terdiam lagi. Airin sudah bangkit menghampirinya, duduk di depan Tirta sambil be
Last Updated : 2026-09-28 Read more