“Kamila, apa ini jebakan yang kamu buat untukku, atau kamu sedang mencoba mencuci otakku? Bagaimanapun, pada akhirnya, semua ini cuma akan mengikis habis rasa kasih sayangku padamu!”Adrian bangkit dari tempat tidur, melirik istrinya yang tidur pulas, lalu melangkah ke balkon untuk merokok. Sekembalinya dari klub itu, Kamila menunjukkan gairah yang tidak biasa dan terus menempel pada Adrian untuk meminta 'jatah'. Adrian pun meladeninya, hingga keduanya bertempur habis-habisan sampai lupa waktu.“Kamila, kamu benar-benar sudah menghancurkan semuanya!”Adrian menatap langit malam, lalu tenggelam dalam lamunannya.Beberapa hari kemudian, Kamila masuk ke ruang kerja Adrian dan berkata kepadanya, “Bersiap-siaplah, aku akan membawamu ke suatu tempat untuk melakukan konsultasi medis bagi seseorang.”“Konsultasi medis? Kenapa urusan semacam ini nggak kamu serahkan ke Willy untuk mengaturnya?”“Dia juga ada di sana, beserta beberapa spesialis lainnya. Mereka semua merekomendasikanmu dan mengata
Read more