Menghadapi tatapan menyelidik Haris, Adrian pun berkata, "Ini benar. Awalnya aku juga nggak percaya dengan kenyataan ini. Makanya, aku melakukan beberapa kali tes. Tapi, hasilnya … kesimpulannya selalu sama."Haris tidak terburu-buru untuk berbicara. Dia menatap Adrian dengan tajam, seakan sedang menilai dan mengamatinya dengan saksama.Wajah Adrian langsung menjadi getir. Dia pun berkata dengan putus asa, "Kesimpulan ini juga sudah kutunjukkan pada Kamila.""Oh, kamu sudah kasih tahu dia? Lalu, gimana kelanjutannya?""Benar, aku sudah kasih tahu dia. Tapi, aku nggak tahu apa yang dia pikirkan. Dia malah nggak percaya dengan hasil ilmiah ini. Dia nggak mau ngaku, nggak mau jujur dan nggak bisa diajak bicara baik-baik. Ayah, masalah ini nggak kuumbar ke mana-mana. Saat ini, baru kita bertiga aja yang tahu. Aku harap masalah ini bisa diselesaikan secara damai.""Masalah ini bukan perkara sepele. Tindakanmu untuk nggak mengumbarnya sudah benar. Tapi, bagaimanapun, ini semua terlalu mendad
Read more