Keesokan harinya, Adrian pergi bekerja. Dia menelepon dosen kampusnya untuk membicarakan kasus Ferry. Adrian mengatakan jika si wanita sudah menyerahkan sperma Ferry, sehingga bisa dianggap sebagai bukti yang tidak terbantahkan."Ferry, Ferry, kita dulu teman sekampus. Sebenarnya, aku nggak ingin menghancurkanmu sepenuhnya. Tapi, kamu sendiri yang nggak bisa menjaga diri, jadi jangan salahkan aku."Begitu memikirkan hal tersebut, Adrian pun tidak lagi memikirkan urusan Ferry. Dia sudah memeriksa seluruh rekaman kamera pengawas dan memastikan jika wanita kemarin datang untuk menjenguk pasien.Adrian pun mendatangi ruang rawat inap. Ruang rawat inap ini merupakan kamar VIP dan pasien yang dirawat bernama Vina Aksan."Vina Aksan, wanita, 38 tahun, mengalami pendarahan intrakranial, pendarahan di berbagai organ dalam, serta berbagai patah tulang dan luka luar …."Adrian melihat rincian rawat inap pasien tersebut dan merasa orang itu sungguh beruntung, karena dengan luka separah itu, dia ma
Read more