Menghadapi teguran Rani, Adrian pun merasa serba salah dan sedih di dalam hati.Rani makin lama makin suka memberontak dan makin cakap. Namun, ironisnya, Rani hanya tunduk pada Kamila yang kaya dan berkuasa, sementara makin memandang rendah Adrian sebagai seorang ayah. Rani hanya menganggap ayahnya sekadar dokter biasa dan bapak rumah tangga yang tidak punya kemampuan mencari uang.Rani tidak bergantung pada Adrian dan memiliki pendirian sendiri. Sebenarnya, itu merupakan hal yang sangat bagus bagi perkembangannya. Namun, untuk saat ini, gadis itu malah bersikap seperti baru saja mendapatkan manfaat atau pertolongan dari orang lain, tetapi langsung menyalahkan, mencela, atau tidak menghargai orang yang memberinya manfaat tersebut."Kayla, kamu harus kuat, ya. Kalau kamu ikut-ikutan lemah, nanti kamu gampang ditindas orang. Ya sudah, Ayah nggak akan menggurui kalian lagi. Sudah malam, sana kalian istirahat. Ayah seharian sibuk, sekarang lapar, mau masak sesuatu untuk dimakan.""Ayah, ak
Read more