"Kamu, ngapain kamu ke sini?" Saras sangat terkejut. Perasaan gembira, malu dan rendah diri datang silih berganti. Apalagi, saat Adrian begitu masuk langsung memandangi sekeliling ruangan, di mana pakaian dalam dan kaus kaki Saras berserakan di sofa dan meja tamu. Biasanya, Saras tinggal sendirian dan hampir tidak pernah ada tamu. Namun, Adrin tiba-tiba datang dan langsung masuk ke rumah, sehingga membuat Saras tidak sempat membereskan barang-barangnya."Malam ini, aku nggak mau pulang dan nggak ingin ditemukan oleh siapa pun. Jadi, aku pinjam tempat di sini untuk menginap semalam." Adrian mendekat, menyingkirkan pakaian-pakain di sofa, lalu duduk. Dari merek dan bahan pakaian itu, terlihat jelas jika selera Saras masih perlu ditingkatkan, atau dia memang tidak berkecukupan."Kamu mau menginap di sini? Lalu, bagaimana dengan Bu Kamila?" Saras buru-buru membereskan pakaian-pakaian tersebut, lalu memeluknya erat di dada."Jangan beri tahu dia dan jangan beri tahu siapa pun. Aku datang ke
Read more