"Sayang, kamu balas dendam padaku, ya? Malam ini, jangan harap bisa kembali menyentuhku. Kamu tidur saja di ruang tamu!"Kamila mendorong Adrian agar menjauh. Dia terlihat agak kesal, bukan karena Adrian tidak memuaskannya, sebaliknya, kemampuan Adrian sangat luar biasa, sehingga membuat Kamila merasa sangat nyaman.Sejak Adrian kembali, setiap kali ada kesempatan, pria itu selalu menempel pada Kamila dan meminta jatah. Awalnya, Kamila juga menikmatinya, sehingga mereka terus tenggelam dalam kesenangan tanpa henti.Namun, lambat laun, Kamila menyadari jika keperkasaan Adrian melampaui kemampuannya. Adrian ibarat mobil sport dengan mesin yang luar biasa kuat, yang tangki bahan bakarnya seakan tidak pernah habis.Tentu saja, aktivitas yang tiada hentinya ini melampaui daya tahan tubuh Kamila. Kamila merasa terluka. Pada akhirnya, Kamila merasa sama sekali tidak dihormati, sehingga dia terpaksa menunjukkan kewibawaannya.Adrian tidak menanggapinya. Dia pergi minum air, lalu mandi dan kemb
Read more