Yudha mengira aku sedang mendiamkannya karena marah, jadi dia membiarkanku selama dua hari.Namun setelah menyadari aku terlalu diam, untuk pertama kalinya dia makan malam di rumah dan berpura-pura mengobrol santai, "Oh ya, soal pernikahan itu ... aku udah lihat beberapa pilihan hotel, semuanya cukup megah."Aku mengambil sepotong sayur dan tidak menanggapi.Dia tampak sedikit canggung lalu berdeham, "Ahem, maksudku, kalau pernikahannya diadain di dalam negeri aja, sebenarnya akan lebih mudah, 'kan?"Aku meletakkan alat makan. "Sebenarnya kamu mau bilang apa?"Dia terdiam sejenak dan menjawab dengan canggung, "Nggak ada, cuma ngobrol aja."Suasana menjadi hening dan canggung. Tiba-tiba aku berkata, "Yudha, masih ingat daftar perlengkapan yang dulu kita buat untuk perjalanan ke Eswana? Waktu cepat sekali berlalu. Sebentar lagi semuanya akan terpakai."Tatapannya bergetar sesaat, lalu dia buru-buru memaksakan sebuah senyum."Kenapa tiba-tiba bahas itu?""Cynthia, tempat-tempat itu terlal
Ler mais