Sedangkan mengenai Ronaldo, dia benar-benar tidak menyerah.Awalnya, dia selalu mengirimkan berbagai macam barang setiap hari. Boneka, figur kartun edisi terbatas, sepeda, gawai belajar yang mahal, kelas les piano, sampai voucer perkemahan musim panas. Aku tidak ingin menerima semua itu, tetapi Susan berkata dengan sangat serius, "Ma, ini semua adalah utang Om Ronaldo padaku. Dia berutang padaku dulu."Aku sempat tertegun sejenak. Namun kemudian, aku menyetujuinya. Kami menerima hadiah-hadiah itu, tetapi Susan tidak pernah memanggil Ronaldo dengan sebutan papa lagi. Setiap kali Ronaldo berkunjung, Susan akan mengangguk sopan dan berkata, "Halo, Om Ronaldo."Wajah Ronaldo akan pucat setiap kali mendengarnya, tetapi dia tidak pernah berani mengoreksi ucapan Susan. Tidak akan pernah berani lagi.Sebelumnya, aku dan Susan yang selalu mengejar Ronaldo. Bertanya kapan dia akan pulang ke rumah. Bertanya apakah dia bisa menghabiskan waktu bersama Susan. Bertanya apakah dia benar-benar mencinta
Baca selengkapnya