MasukSetelah mengetahui bahwa suamiku, Ronaldo Marino, masih tidak bisa melupakan cinta pertamanya, aku mulai mengajari putri kami, Susan, untuk memanggilnya dengan sebutan "Om Ronaldo." Saat pergelangan kaki Susan keseleo di sekolah. Di tengah malam, Ronaldo menerima sebuah telepon dari Viera yang sedang menangis. Putrinya, Lina, mengalami mimpi buruk dan terus berteriak memanggil ayahnya. Ronaldo pergi tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Aku menempelkan kompres ke pergelangan kaki Susan yang bengkak dan berbisik lirih padanya, "Coba bilang, 'Selamat tinggal, Om Ronaldo'." Ronaldo berjanji akan datang ke hari olahraga di sekolah Susan. Namun kemudian Viera menelepon sambil menangis terisak-isak, mengatakan bahwa Lina tidak punya ayah untuk bisa ikut lomba lari tiga kaki bersamanya. Ronaldo pun langsung pergi begitu saja tanpa berpikir panjang. Aku hanya memberikan ponsel itu kepada Susan dan menyuruh untuk memberi tahu gurunya, "Om Ronaldo bilang dia tidak bisa datang." Setiap kali hal itu terjadi, Susan selalu merasa ragu. Susan tidak mengerti mengapa aku menyuruhnya melakukan hal tersebut. Sampai suatu hari, Ronaldo akhirnya menyadari dia telah sangat mengecewakan kami. Dia mengesampingkan semua urusan bisnis mafianya demi menghadiri resital piano Susan dan bersumpah tidak akan melewatkannya lagi. Susan berada di belakang panggung bersama anak-anak lainnya. Kemudian ponsel Ronaldo kembali berdering. Itu dari Viera. Aku tidak bisa mendengar apa yang dia katakan, tetapi aku sudah bisa menebak, mungkin kalimat bahwa Lina sedang menangis, Lina membutuhkan sosoknya, ataupun Lina sudah tidak punya ayah. Ronaldo berbalik, menghampiri kami. Tetapi sebelum Ronaldo bisa mengucapkan alasannya, suara Susan sudah terdengar dari atas panggung. "Tidak apa-apa, Om Ronaldo. Om pergi saja dan urus anak Om yang lain. Ada Mama di sini untuk menemaniku, itu sudah cukup buatku."
Lihat lebih banyakSedangkan mengenai Ronaldo, dia benar-benar tidak menyerah.Awalnya, dia selalu mengirimkan berbagai macam barang setiap hari. Boneka, figur kartun edisi terbatas, sepeda, gawai belajar yang mahal, kelas les piano, sampai voucer perkemahan musim panas. Aku tidak ingin menerima semua itu, tetapi Susan berkata dengan sangat serius, "Ma, ini semua adalah utang Om Ronaldo padaku. Dia berutang padaku dulu."Aku sempat tertegun sejenak. Namun kemudian, aku menyetujuinya. Kami menerima hadiah-hadiah itu, tetapi Susan tidak pernah memanggil Ronaldo dengan sebutan papa lagi. Setiap kali Ronaldo berkunjung, Susan akan mengangguk sopan dan berkata, "Halo, Om Ronaldo."Wajah Ronaldo akan pucat setiap kali mendengarnya, tetapi dia tidak pernah berani mengoreksi ucapan Susan. Tidak akan pernah berani lagi.Sebelumnya, aku dan Susan yang selalu mengejar Ronaldo. Bertanya kapan dia akan pulang ke rumah. Bertanya apakah dia bisa menghabiskan waktu bersama Susan. Bertanya apakah dia benar-benar mencinta
Keesokan paginya, Ronaldo sudah pergi.Di beranda rumah, dia meninggalkan sebuah surat. [Niki, aku mohon padamu. Jangan buang apa yang pernah kita miliki. Aku akan menunggu selamanya. Kumohon.]Aku membaca surat itu dan langsung membuangnya ke tempat sampah.Susan sedang duduk di tempat tidur sambil makan roti panggang. Dia melirik ke arahku. "Ma, ada apa? Apa yang ditulis Om Ronaldo?"Aku tersenyum. "Tidak ada apa-apa. Ini cuma brosur iklan saja."Susan juga ikut tersenyum. Itu adalah senyuman tulus pertamanya sejak kami pergi meninggalkan Ronaldo.Selama setahun berikutnya, banyak hal yang terjadi.Pertama, kejahatan Viera akhirnya terungkap. Seorang perawat di rumah sakit diam-diam telah merekam aksi Viera saat memaksa Lina untuk minum sup makanan laut. Video tersebut diserahkan kepada pihak kepolisian. Viera akhirnya didakwa atas tuduhan penganiayaan anak. Dia sempat mencoba berbohong dan berdalih bahwa itu hanyalah sebuah kecelakaan. Tetapi, rekaman kamera pengawas rumah sakit, ke
Ronaldo mengemudi sepanjang malam menuju bandara. Penerbangan paling awal ke Losanare sudah habis terjual. Ronaldo terpaksa duduk di terminal bandara hingga fajar menyingsing, mencoba meneleponku puluhan kali dan mengirimkan ratusan pesan teks.[Niki, aku tahu aku sudah salah.][Di mana kau? Biarkan aku menemuimu.][Apa Susan baik-baik saja?][Aku tidak bermaksud menyakiti kalian berdua.][Tolong, angkat teleponnya.]Aku tidak membaca satu pun pesan itu.Saat pesawat mendarat di Losanare, Susan sedang tertidur pulas. Kepala kecil Susan bersandar di bahuku, menyisakan bekas air mata yang mengering di bulu matanya. Aku menggendong Susan turun dari pesawat dan naik taksi menuju rumah lama mendiang ibuku. Itu adalah sebuah rumah kecil di pinggiran kota yang tenang. Tidak ada yang mewah, hanya terdiri dua kamar tidur, dan sebuah beranda yang dilengkapi kursi goyang. Cat dindingnya sudah mulai mengelupas, tetapi rumah itu milik kami. Ibuku mewariskannya bertahun-tahun yang lalu.Udara malam
Ketika Viera menyadari air matanya sudah tidak lagi berguna, dia pun berhenti menangis. Dia menyeka wajahnya dan tertawa dingin."Iya, aku memang melakukannya dengan sengaja. Tapi apa lagi yang harus kulakukan? Aku ini seorang janda, Sandi sudah mati. Aku menikahinya demi kekuasaan, bukan cinta. Dia adalah bos Mafia, dan bisa menjadi istrinya berarti mendapatkan perlindungan, uang, dan rasa hormat. Tapi dia tidak pernah benar-benar membiarkanku menikmati semua itu. Dia selalu mengikatku. Waktu dia terbunuh dalam perang antar geng itu, aku sudah tidak punya apa-apa lagi. Tidak ada status, apalagi uang. Hanya seorang anak yang wajahnya mirip dengannya."Dia menyilangkan tangan di dada. "Jadi, aku mencarimu. Lebih muda, lebih bodoh, dan lebih mudah dikendalikan. Seseorang yang bisa mengembalikan semua yang sudah hilang dariku."Ronaldo menatap Viera seolah baru melihatnya untuk pertama kali. "Jadi, semuanya hanya kebohongan? Janda yang menangis di kuburannya? Kisah-kisah sedih tentang mem






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.