"Layla! Nak! Ayo bangun!" Suara itu terdengar panik, menggema samar seperti datang dari kejauhan. "Enghhh..." Rintihan pelan keluar dari bibir Layla. Tubuhnya terasa berat, seolah baru saja terjatuh dari mimpi yang terlalu nyata. "Layla, ini kami..." Suara itu kini terdengar lebih dekat, lebih jelas, dan lebih hangat. Perempuan yang tergolek di atas tanah itu akhirnya bangkit perlahan. Nafasnya masih tidak teratur. Matanya membola saat menyadari siapa yang ada di hadapannya. "Ayah—ibu?" Suaranya bergetar, penuh ketidakpercayaan. Dengan bibir gemetar, Layla menatap kedua orang tuanya. Kondisi mereka penuh luka, baju yang dikenakan terlihat kotor dan compang camping, hampir mirip sepertinya. "Ayah, ibu!" ulang Layla lagi, kali ini sambil memeluk erat keduanya. Pelukan itu kuat, seolah ia takut kehilangan mereka lagi. "Nak? Kau baik-baik saja kan?" tanya sang ibu lembut, meski terdengar lemah. Layla menggeleng. "Aku tidak apa-apa, Bu." "Syukurlah, Nak." "Kalian sendiri
Last Updated : 2026-06-02 Read more