Malam itu, istana utama disulap dengan megah untuk menyambut tamu kehormatan. Meja panjang di ruang makan utama dipenuhi hidangan mewah—daging domba panggang berbumbu rempah, ikan segar dari pantai, roti hangat, buah-buahan impor, dan anggur terbaik. Lilin-lilin besar menyala terang, menerangi wajah semua yang hadir.Sultan Vares duduk di ujung meja sebagai tuan rumah, di sampingnya Permaisuri Samira. Di sebelah kanan mereka duduk Sultan Virelle dan Putri Yasmine. Zayn duduk tepat di seberang Yasmine, sementara Azrael duduk di sisi yang agak jauh, tersenyum tenang seolah tak ada yang terjadi.Pembicaraan berjalan mulus di awal. Mereka membahas perdagangan rempah, pertahanan perbatasan, dan ancaman dari kerajaan-kerajaan kecil di utara yang mulai gelisah. Zayn berbicara dengan tenang dan berwibawa, sesekali melirik Yasmine yang tersenyum manis setiap kali pandangan mereka bertemu.Namun suasana berubah ketika hidangan penutup disajikan.Azrael meletakkan gelas anggurnya perlahan, lalu
더 보기