Syarat berat yang dilemparkan Tante Rania menggantung di udara ruang sidang komite disiplin seperti kabut beracun. Di ujung meja, Reyhan mengepalkan tangan hingga buku-buku jarinya memutih. Amarah dan rasa frustrasi bergejolak hebat di dalam dadanya. Dia memandang Malikha, mencari celah dalam keteguhan istrinya, namun situasi kali ini benar-benar telah mengunci seluruh pilihan mereka."Saya menolak untuk mengundurkan diri secara sukarela atas kesalahan yang tidak pernah saya lakukan, Tante Rania," ucap Malikha, memutus keheningan dengan suara yang bergetar namun tetap sarat akan harga diri. "Dan saya juga menolak membiarkan pernikahan ini dijadikan alat tawar-menawar politik saham Anda."Tante Rania tersenyum dingin, lalu mengangguk ke arah ketua komite. "Jika itu keputusanmu, Malikha, maka kita tidak perlu menunda lagi. Silakan ketuk palunya, Pak."Ketua komite menghela napas berat, lalu merapika
Read more