Panggilan darurat dari Ibu Besar memaksa Malikha dan Reyhan membelah keheningan malam menuju rumah utama Al-Fahri. Di dalam ruang makan besar yang temaram, suasana meja makan keluarga terasa mencekam. Seluruh tetua keluarga, termasuk Oma Aisyah, Tante Rania, dan Om Burhan, telah duduk melingkar. Di tengah meja, beberapa lembar foto cincin mereka bersanding dengan cetakan mutasi rekening yayasan yang dituduhkan.Malikha melangkah masuk dengan gaun panjang abu-abu yang bersahaja. Berdasarkan pengetahuannya yang terbatas tentang etiket pertemuan darurat Al-Fahri, dia berinisiatif membawa dokumen pemandunya sendiri dan berniat duduk di kursi kosong sebelah Oma Aisyah untuk segera menunjukkan tabayyun fisik yang dibawanya.Namun, sebelum Malikha sempat menarik kursi, suara ketukan sendok Tante Rania pada gelas kristal memotong keheningan dengan tajam. "Berhenti di situ, Malikha. Di dalam tradisi meja makan Al-Fahri, seorang anggota baru yang sedang dalam pemeriksaan komite dan belum diakui
Read more