Malam penentuan di meja makan keluarga besar Al-Fahri tiba dengan atmosfer yang mencekam. Seluruh petinggi faksi, termasuk para tetua dewan komisaris, telah duduk melingkar di bawah pendar lampu ruang makan utama yang kaku. Syarat berat dari Tante Rania menggantung bagai pisau di leher Malikha. Di sampingnya, Reyhan duduk dengan ketegangan yang sangat pekat, sementara Malikha mencoba menata debar jantungnya lewat doa perlahan, memohon kekuatan atas kejujuran yang malam ini diuji secara ekstrem.Om Burhan membuka persidangan keluarga dengan meletakkan berkas audit tandingan. "Oma Aisyah, Ibu Besar, serta para tetua sekalian. Prosedur audit mandiri yang dilakukan Malikha selama dua minggu ini terbukti cacat. Saksi utamanya, Pak Joko, telah diberhentikan karena pelanggaran berat internal. Ditambah lagi, kami menemukan indikasi bahwa Malikha sengaja menahan dokumen Saham Arkan milik almarhum Kakak untuk mengancam faksi hukum kami."Tante Rania tersenyum penuh kemenangan, melirik Malikha de
続きを読む