Aku benar-benar tertegun, bagaimana Theo bisa mengetahuinya?Theo menyadari keterkejutanku.Dia mengatupkan bibir kecilnya, menundukkan kepala, melihat ujung sepatunya yang sudah memudar warnanya, lalu berkata dengan suara pelan, "Waktu aku masih TK, setiap foto paman ini muncul di berita, Ibu selalu diam-diam menangis.""Aku nggak paham. Jadi, aku tanya … tanya ke teman semejaku, Tari. Orang tua Tari juga berpisah, nggak tinggal bersama lagi. Tari bilang, setiap ibunya melihat foto ayahnya, kadang ibunya sedih, juga kadang menangis."Dia mengangkat kepala, lalu menatapku lagi.Tatapan itu begitu dewasa untuk anak seusia Theo hingga membuat hatiku terenyuh."Jadi, saat itu aku menduga, paman yang ada di berita itu … kemungkinan besar adalah ayah kandungku."Aku menatap Theo, mataku terasa perih karena menahan air mata.Aku menyandarkan wajahku di pundak kecilnya, air mataku langsung menetes."Maafkan Ibu, Theo.""Semua ini salah Ibu, nggak seharusnya Ibu membohongimu bahwa kamu nggak p
Read more