MasukPada hari Jason direbut oleh putri dari keluarga kaya, aku mendapati diriku hamil. Delapan bulan kemudian, saat dia sibuk mempersiapkan pernikahan termegah abad ini untuk Yura, aku berjuang antara hidup dan mati saat melahirkan Theo. Kemudian, sebuah berita baru muncul …. Pewaris Grup Sentanu, Jason Sentanu, mengalami kecelakaan saat balapan mobil di tengah malam. Yura terluka parah, sementara Jason kehilangan kemampuan untuk memiliki anak untuk selamanya. Aku takut dia akan merebut Theo, jadi aku bersembunyi darinya selama lima tahun. Hingga pada pesta ulang tahun ibu Jason, Nyonya Mira, aku ditugaskan sementara sebagai pelayan. Theo yang berada di ruang istirahat tanpa sengaja berlari keluar, dan bertabrakan langsung dengan Nyonya Mira. Suasana di ruangan itu seketika menjadi hening. Wajah anak itu ... mirip sekali dengan Jason saat masih kecil! Jason menerobos kerumunan dan berlari mendekati Theo, suaranya serak hingga intonasinya berubah. "Nak, siapa nama orang tuamu?" Theo ketakutan, lalu berteriak sambil menangis. "Ibu …. Aku nggak bisa menemukan ibuku." "Namanya Nancy."
Lihat lebih banyakKemudian, Theo telah lulus dari TK. Saat naik SD, dia pindah ke SD unggulan pilihan Keluarga Sentanu. Theo bisa beradaptasi lebih cepat daripada yang kuduga, anaknya cerdas dan penurut, perlahan dia juga mulai nyaman dengan kehidupan barunya.Sejak Theo masuk SD, waktuku menjadi lebih longgar.Aku telah mengundurkan diri dari perusahaan lama, lalu kembali memegang kuas gambar, kembali ke bidang yang benar-benar aku minati, yaitu desainer perhiasan.Dimulai dari menerima pesanan sketsa sederhana, lalu menggunakan waktu luang untuk belajar teknik secara sistematis, hingga perlahan mencoba mewujudkan desainku menjadi produk nyata.Prosesnya tidak mudah, tetapi aku telah berusaha memperbesar kapasitasku.Dua tahun berlalu, bukan waktu yang panjang juga bukan waktu yang pendek.Aku menjadi desainer perhiasan terkenal.Dalam dua tahun itu juga, aku bertemu dengan seorang dokter yang lembut dan berpendidikan. Dia tidak punya kekayaan dan kekuasaan sebesar Jason, juga tidak memiliki masa lalu
Nyonya Mira menghubungiku.Nada bicaranya hati-hati dan berusaha akrab denganku."Nancy, ini aku ibunya Jason. Mengenai masa lalu kalian, juga ada salahku. Aku mengerti baru sekarang muncul sebagai nenek penyayang memang nggak pantas, tapi aku benar-benar …."Aku menghela napas panjang.Aku sudah tahu alasan dia bersikap seperti ini."Nyonya Mira, Anda nggak perlu seperti ini.""Saya dan Jason sudah sepakat, setiap hari Minggu, dia akan menjemput Theo pulang ke rumah Keluarga Sentanu.""Saya bukan ibu yang suka mengekang, jadi nggak akan menghalangi Theo bertemu dengan ayah dan neneknya. Selama itu memang hak Theo, saya nggak akan merampasnya."Nyonya Mira mengerti.Saat berbicara lagi, ada rasa penyesalan di hatinya."Ternyata dulu aku nggak salah menilaimu.""Kamu memang anak yang pengertian dan bijaksana."Dia seperti memikirkan sesuatu, lalu menyampaikannya dengan hati-hati, "Nancy, lihat, sekarang Theo sudah menemukan ayahnya.""Aku memperhatikan Jason, dia masih menyukaimu. Kalia
"Tunggu beberapa hari lagi, biarkan Theo menyelesaikan semester ini dulu, nanti saat masuk SD … baru pindah sekolah."Jason mengangguk, lalu berkata dengan suara berat, "Baiklah, terserah kamu.""Aku akan menyiapkan tim pengawal, kamu tenang saja."...Setelah tamat TK, aku membawa Theo pindah ke apartemen yang disiapkan Jason.Jason memahamiku.Apartemen ini tidak terlalu luas, tetapi cukup untuk kami berdua, desainnya sederhana dan hangat, bahkan dia juga menyiapkan kamar anak dengan perabotan yang ukurannya sesuai dengan tinggi badan Theo.Theo terlihat agak tenang, juga agak tidak tenang melihat rumah barunya.Aku memeluknya, lalu memberitahunya bahwa kami akan memulai petualangan baru, aku akan selalu menemaninya.Dia mungkin belum sepenuhnya mengerti, tetapi dia memelukku, lalu berbisik, "Selama bersama Ibu, Theo nggak takut."Hari-hari berlalu dengan tenang.Aku tetap berangkat ke kantor seperti biasanya, tetapi langsung merasakan suasana di kantor berubah.Supervisor yang dulu
Aku benar-benar tertegun, bagaimana Theo bisa mengetahuinya?Theo menyadari keterkejutanku.Dia mengatupkan bibir kecilnya, menundukkan kepala, melihat ujung sepatunya yang sudah memudar warnanya, lalu berkata dengan suara pelan, "Waktu aku masih TK, setiap foto paman ini muncul di berita, Ibu selalu diam-diam menangis.""Aku nggak paham. Jadi, aku tanya … tanya ke teman semejaku, Tari. Orang tua Tari juga berpisah, nggak tinggal bersama lagi. Tari bilang, setiap ibunya melihat foto ayahnya, kadang ibunya sedih, juga kadang menangis."Dia mengangkat kepala, lalu menatapku lagi.Tatapan itu begitu dewasa untuk anak seusia Theo hingga membuat hatiku terenyuh."Jadi, saat itu aku menduga, paman yang ada di berita itu … kemungkinan besar adalah ayah kandungku."Aku menatap Theo, mataku terasa perih karena menahan air mata.Aku menyandarkan wajahku di pundak kecilnya, air mataku langsung menetes."Maafkan Ibu, Theo.""Semua ini salah Ibu, nggak seharusnya Ibu membohongimu bahwa kamu nggak p






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasan