分享

Bab 4

作者: Sahur
Jason tidak memercayaiku.

Kepala polisi juga tidak ragu lagi, dia maju, kemudian berkata dengan tegas, "Nona, kami sekarang mencurigai Anda terlibat dalam kasus pencurian gelang mahal. Mohon ikut kami ke kantor polisi untuk menjalani interogasi."

Klik.

Suara borgol terdengar saat terpasang di tanganku.

Aku menatap Jason, tetapi tidak bisa mengatakan apa-apa.

Luka lama seolah muncul kembali, rasa sakitnya sungguh menyesakkan dada hingga membuat aku tidak sanggup berdiri.

Kami sudah berteman sejak kecil.

Jason pernah berjanji akan melindungiku selamanya.

Kenapa?

Kenapa dia terus-menerus menyakiti hatiku?

Ketika aku ditangkap polisi, Yura maju selangkah dan dengan suara yang hanya bisa kudengar, dia membungkuk dan berbisik, "Wanita sialan, kamu pikir bisa melawanku?"

Aku pun dibawa pergi dengan mobil polisi.

Di ruang istirahat karyawan, Wina dan beberapa temannya merapikan barang-barang pribadi mereka dengan wajah murung.

"Semua salah Nancy, dia pasti sengaja. Dia melihat ada Yura di sana, tapi nggak memberi tahu kita!"

Anak magang menambahkan, "Betul! Rasakan sekarang dia ditangkap polisi karena mencuri! Semoga dia dipenjara selama sepuluh tahun, biar dia kapok!"

Setelah dipecat, Wina marah sampai tidak berkata apa-apa.

Wajahnya muram saat menarik ritsleting sambil mengggertakkan gigi.

Saat mereka bersiap pergi, ujung mata Wina melihat ke sosok anak kecil yang berada di pojokan.

Itu Theo.

Dia sangat patuh, tidak lari ke mana-mana, tetap membolak-balik halaman buku bergambar dengan tenang.

Pandangan Wina tertuju ke arah Theo, sebuah ide jahat tiba-tiba muncul di pikirannya.

Wina melepas tas ranselnya, sambil tersenyum, dia mendekati Theo.

"Theo, sedang baca buku bergambar, ya?"

"Pintar sekali."

Theo merasa agak takut, tetapi dia tetap menyapa dengan sopan, "Halo, Bibi."

Wina mengangguk, lalu pura-pura perhatian dengan mengelus kepala Theo.

"Theo, Bibi beri tahu sesuatu. Ibumu baru saja dibawa pergi oleh pak polisi. Mereka bilang, ibumu telah melakukan hal buruk, jadi mereka menangkap ibumu."

"Apa?"

Buku bergambar yang dipegang Theo jatuh ke lantai.

Theo langsung membantah, suaranya bergetar karena menangis, "Ibu nggak mungkin melakukan hal buruk!"

"Bibi juga percaya pada ibumu, makanya Theo harus menolong ibumu."

Wina mengulurkan tangan, lalu menunjuk ke arah ruang pesta.

"Theo, jangan menangis. Lihat baik-baik, keluar dari ruangan ini, pergilah ke ruangan yang paling terang dan ramai. Setelah masuk ke sana, carilah …. Hm, carilah seorang nenek yang berpenampilan sangat cantik dan terlihat paling berkuasa!"

"Setelah menemukannya, mintalah dia menolong ibumu, agar Pak Polisi melepaskan ibumu!"

"Ingat, hanya dia yang bisa menolong ibumu!"

Theo masih kecil, sehingga tidak menyadari niat jahat Wina.

Theo pun berteriak sambil menangis, "Terima kasih, Bibi!"

Belum sempat mengambil buku bergambar di lantai, Theo sudah berlari ke ruangan pesta.

Wina berdiri di depan pintu, melihat punggung Theo, dia tersenyum puas.

Beberapa rekan kerja mendekati Wina, mereka bertanya dengan cemas sekaligus senang, "Kak Wina, kalau menyuruhnya … nggak akan terjadi masalah besar, 'kan?"

"Masalah? Masalah apa? Paling-paling Keluarga Sentanu marah, lalu makin membuat Nancy menderita di dalam penjara. Kalau anak kecil itu tersesat pun, itu nggak ada hubungannya dengan kita."

Selesai bicara, Wina dan beberapa rekan kerjanya pergi dengan perasaan puas.

Theo sangat takut.

Namun demi aku, dia tetap berlari ke ruang pesta.

Begitu masuk ke dalam, pandangannya tertuju pada seorang wanita tua yang mencolok di tengah ruangan dan dikelilingi oleh banyak orang.

Wanita tua itu berpakaian mewah, orang-orang di sekelilingnya tampak hormat padanya.

Itu orangnya!

Theo tidak sempat berpikir jauh, dia hanya ingin menyelamatkan ibunya. Dia berusaha sekuat tenaga menerobos kerumunan tanpa memedulikan apa pun.

"Nenek, kumohon, suruhlah Pak Polisi melepaskan ibuku!"

Theo berteriak sambil menangis dan langsung menabrak tubuh Nyonya Mira.

Nyonya Mira terkejut, hampir saja terjatuh, untungnya ditopang oleh orang di sampingnya.

Setelah menunduk, luapan emosinya langsung tertahan.

"Aduh, anak siapa …."

Wajah anak ini!

Suasana di ruangan langsung hening.

Alis, mata, hidung, semuanya mirip dengan Jason saat masih kecil.

Pada saat yang sama, Jason juga bergegas datang.

Melihat wajah Theo, Jason menggendongnya dengan tatapan tidak percaya, lalu bertanya dengan penuh emosional, "Nak, siapa nama orang tuamu?"

Theo ketakutan, lalu berteriak sambil menangis, "Paman, tolong ibuku! Dia ditangkap polisi!"

"Ibu …. Aku nggak bisa menemukan ibuku."

"Namanya Nancy."

在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP

最新章節

  • Kisah Cinta Yang Telah Usai   Bab 10

    Kemudian, Theo telah lulus dari TK. Saat naik SD, dia pindah ke SD unggulan pilihan Keluarga Sentanu. Theo bisa beradaptasi lebih cepat daripada yang kuduga, anaknya cerdas dan penurut, perlahan dia juga mulai nyaman dengan kehidupan barunya.Sejak Theo masuk SD, waktuku menjadi lebih longgar.Aku telah mengundurkan diri dari perusahaan lama, lalu kembali memegang kuas gambar, kembali ke bidang yang benar-benar aku minati, yaitu desainer perhiasan.Dimulai dari menerima pesanan sketsa sederhana, lalu menggunakan waktu luang untuk belajar teknik secara sistematis, hingga perlahan mencoba mewujudkan desainku menjadi produk nyata.Prosesnya tidak mudah, tetapi aku telah berusaha memperbesar kapasitasku.Dua tahun berlalu, bukan waktu yang panjang juga bukan waktu yang pendek.Aku menjadi desainer perhiasan terkenal.Dalam dua tahun itu juga, aku bertemu dengan seorang dokter yang lembut dan berpendidikan. Dia tidak punya kekayaan dan kekuasaan sebesar Jason, juga tidak memiliki masa lalu

  • Kisah Cinta Yang Telah Usai   Bab 9

    Nyonya Mira menghubungiku.Nada bicaranya hati-hati dan berusaha akrab denganku."Nancy, ini aku ibunya Jason. Mengenai masa lalu kalian, juga ada salahku. Aku mengerti baru sekarang muncul sebagai nenek penyayang memang nggak pantas, tapi aku benar-benar …."Aku menghela napas panjang.Aku sudah tahu alasan dia bersikap seperti ini."Nyonya Mira, Anda nggak perlu seperti ini.""Saya dan Jason sudah sepakat, setiap hari Minggu, dia akan menjemput Theo pulang ke rumah Keluarga Sentanu.""Saya bukan ibu yang suka mengekang, jadi nggak akan menghalangi Theo bertemu dengan ayah dan neneknya. Selama itu memang hak Theo, saya nggak akan merampasnya."Nyonya Mira mengerti.Saat berbicara lagi, ada rasa penyesalan di hatinya."Ternyata dulu aku nggak salah menilaimu.""Kamu memang anak yang pengertian dan bijaksana."Dia seperti memikirkan sesuatu, lalu menyampaikannya dengan hati-hati, "Nancy, lihat, sekarang Theo sudah menemukan ayahnya.""Aku memperhatikan Jason, dia masih menyukaimu. Kalia

  • Kisah Cinta Yang Telah Usai   Bab 8

    "Tunggu beberapa hari lagi, biarkan Theo menyelesaikan semester ini dulu, nanti saat masuk SD … baru pindah sekolah."Jason mengangguk, lalu berkata dengan suara berat, "Baiklah, terserah kamu.""Aku akan menyiapkan tim pengawal, kamu tenang saja."...Setelah tamat TK, aku membawa Theo pindah ke apartemen yang disiapkan Jason.Jason memahamiku.Apartemen ini tidak terlalu luas, tetapi cukup untuk kami berdua, desainnya sederhana dan hangat, bahkan dia juga menyiapkan kamar anak dengan perabotan yang ukurannya sesuai dengan tinggi badan Theo.Theo terlihat agak tenang, juga agak tidak tenang melihat rumah barunya.Aku memeluknya, lalu memberitahunya bahwa kami akan memulai petualangan baru, aku akan selalu menemaninya.Dia mungkin belum sepenuhnya mengerti, tetapi dia memelukku, lalu berbisik, "Selama bersama Ibu, Theo nggak takut."Hari-hari berlalu dengan tenang.Aku tetap berangkat ke kantor seperti biasanya, tetapi langsung merasakan suasana di kantor berubah.Supervisor yang dulu

  • Kisah Cinta Yang Telah Usai   Bab 7

    Aku benar-benar tertegun, bagaimana Theo bisa mengetahuinya?Theo menyadari keterkejutanku.Dia mengatupkan bibir kecilnya, menundukkan kepala, melihat ujung sepatunya yang sudah memudar warnanya, lalu berkata dengan suara pelan, "Waktu aku masih TK, setiap foto paman ini muncul di berita, Ibu selalu diam-diam menangis.""Aku nggak paham. Jadi, aku tanya … tanya ke teman semejaku, Tari. Orang tua Tari juga berpisah, nggak tinggal bersama lagi. Tari bilang, setiap ibunya melihat foto ayahnya, kadang ibunya sedih, juga kadang menangis."Dia mengangkat kepala, lalu menatapku lagi.Tatapan itu begitu dewasa untuk anak seusia Theo hingga membuat hatiku terenyuh."Jadi, saat itu aku menduga, paman yang ada di berita itu … kemungkinan besar adalah ayah kandungku."Aku menatap Theo, mataku terasa perih karena menahan air mata.Aku menyandarkan wajahku di pundak kecilnya, air mataku langsung menetes."Maafkan Ibu, Theo.""Semua ini salah Ibu, nggak seharusnya Ibu membohongimu bahwa kamu nggak p

  • Kisah Cinta Yang Telah Usai   Bab 6

    Jason menatapku lekat-lekat, suaranya menjadi serak."Nancy, selama ini … kenapa kamu nggak memberitahuku?"Aku menatap tatapannya yang tajam, sama sekali tidak menghindar.Kenangan masa lalu muncul kembali. Tatapan matanya yang makin dingin, kekagumannya pada Yura, senyumannya saat memeluk wanita lain di pesta pertunangan, serta diriku yang berjongkok sendirian di lorong rumah sakit sambil memegang hasil USG dengan kebingungan ....Sudut bibirku terangkat sedikit, mungkin aku ingin tersenyum, tetapi tidak bisa.Tetap saja terasa sakit."Memberitahumu apa?""Saat kamu bilang aku terlalu kolot dan membosankan, aku harus memberitahumu bahwa aku sedang mengandung Theo?""Saat kamu merasa Yura adalah gadis yang bisa memberimu semangat, suka tantangan, memberimu pengalaman baru, aku harus memberitahumu bahwa aku sedang muntah-muntah sendirian dan hampir pingsan?"Sambil berbicara, air mataku menetes."Jason, pada saat itu, kamu sangat membenciku.""Kamu merasa aku ini membosankan dan mengek

  • Kisah Cinta Yang Telah Usai   Bab 5

    Begitu mendengar namaku, Jason langsung mengangkat kepala, dan bertatapan dengan Nyonya Mira.Dugaan mereka ternyata benar.Karena diliputi kegembiraan, tubuh Nyonya Mira terhuyung dan hampir terjatuh.Ini cucunya!Keturunan Keluarga Sentanu!Anaknya Jason!Lengan Jason yang memeluk Theo gemetar. Keterkejutan, sukacita yang luar biasa, penyesalan, dan berbagai emosi lainnya bercampur menjadi satu.Theo yang berada di pelukannya tidak merasakan gejolak yang dirasakan orang dewasa.Dia meronta dan melepaskan diri dari pelukan Jason.Sekali lagi Theo berlari ke arah Nyonya Mira dengan terhuyung-huyung, lalu memeluk kaki Nyonya Mira dengan erat. Dia mendongakkan wajah kecilnya yang memerah karena menangis, memohon sambil menangis, "Nenek! Huhu .… Aku mohon, selamatkan ibuku!""Ibuku orang baik! Nenek, suruh mereka melepaskan Ibu. Aku mohon, Nek!""Theo hanya punya Ibu!"Melihat tangisan cucunya, hati Nyonya Mira menjadi luluh.Dia segera memeluk Theo, kemudian berkata dengan suara terceka

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status